punya sahabat itu menyenangkan banget,...
ada tempat saling berbagi di saat duka maupun duka,..
ada tempat untuk beristirahat sejenak ketika masalah keluarga menghadang,..
ada tempat bersender ketika sedih menghampiri,..
tapi semuanya seiring berganti,..
ketika ke egoisan menghampiri semuanya,..
ketika ke tidak pedulian terhadap sesama menghadang
ketika keinginan untuk berkuasa menghampiri kami,..
kami goyah akan itu semua,..
ikatan persahabtan yang dulu ada terputus begitu saja,..
tanpa ada kejelasan yang pasti dan masuk di akal,..
tiba-tiba kami saling berjauh-jauhan,..
tidak ada rasa sayang lagi di antara kami,..
kekuasaan dan keinginan untuk mejadi orang nomor satu
menjadi sebuah alasan pertama yang membuat kami menganggap semuanya adalah lawan
lawan yang menusuk dari belakang yang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya,..
dan alasan kedua yang terlontar adalah ketika kita mempunyai pacar,..
dan perhatian kita terbagi menjadi dua
setelah itu orang lain mengatakan jika perhatian kita berkurang atau kita melupakan teman dan lebih mementingkan pacar,...
itu adalah alasan yang paling menyakitkan untuk ku,..
kapan kita bisa seperti dulu lagi?
tertawa bersama, menangis bersama, susah bersama dan lainnya sebagainya kita lewati bersama,..
aku kangen dengan semua itu teman,..
aku hanya ingin kau kembali seperti dulu,..
tidak ada alasan apa-apa yang mengahalangi kita,..
yang terpenting adalah kebersamaan kita sebagai sahabat,...
ada tempat saling berbagi di saat duka maupun duka,..
ada tempat untuk beristirahat sejenak ketika masalah keluarga menghadang,..
ada tempat bersender ketika sedih menghampiri,..
tapi semuanya seiring berganti,..
ketika ke egoisan menghampiri semuanya,..
ketika ke tidak pedulian terhadap sesama menghadang
ketika keinginan untuk berkuasa menghampiri kami,..
kami goyah akan itu semua,..
ikatan persahabtan yang dulu ada terputus begitu saja,..
tanpa ada kejelasan yang pasti dan masuk di akal,..
tiba-tiba kami saling berjauh-jauhan,..
tidak ada rasa sayang lagi di antara kami,..
kekuasaan dan keinginan untuk mejadi orang nomor satu
menjadi sebuah alasan pertama yang membuat kami menganggap semuanya adalah lawan
lawan yang menusuk dari belakang yang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya,..
dan alasan kedua yang terlontar adalah ketika kita mempunyai pacar,..
dan perhatian kita terbagi menjadi dua
setelah itu orang lain mengatakan jika perhatian kita berkurang atau kita melupakan teman dan lebih mementingkan pacar,...
itu adalah alasan yang paling menyakitkan untuk ku,..
kapan kita bisa seperti dulu lagi?
tertawa bersama, menangis bersama, susah bersama dan lainnya sebagainya kita lewati bersama,..
aku kangen dengan semua itu teman,..
aku hanya ingin kau kembali seperti dulu,..
tidak ada alasan apa-apa yang mengahalangi kita,..
yang terpenting adalah kebersamaan kita sebagai sahabat,...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar